JAKARTA, Cobisnis.com – Prancis tengah mengalami tren baru di dunia kuliner. Kali ini, perhatian publik tertuju pada cancoillotte, keju tradisional yang telah ada selama sekitar 2.000 tahun.
Keju bertekstur lembut dan cair ini berasal dari wilayah Franche-Comté di timur Prancis. Daerah tersebut berada dekat perbatasan Swiss dan dikenal sebagai pusat produksi cancoillotte.
Namun, popularitas cancoillotte meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah influencer Prancis ikut memperkenalkan produk tersebut kepada audiens yang lebih luas.
Salah satu yang menarik perhatian adalah kreator konten Johan Papz. Video TikTok miliknya yang membahas cancoillotte telah ditonton jutaan kali sejak April 2026.
Dalam videonya, Johan mengaku terkejut setelah mengetahui kandungan gizi keju tersebut. Sebelumnya, ia mengira cancoillotte merupakan makanan tinggi kalori seperti banyak jenis keju lainnya.
Namun, seorang temannya yang aktif dalam dunia kebugaran menjelaskan bahwa cancoillotte memiliki kadar lemak yang relatif rendah dan kandungan protein yang cukup tinggi.
Karena penasaran, Johan kemudian memeriksa langsung produk tersebut di toko. Setelah melihat informasi nutrisinya, ia mengaku sangat terkejut.
Menurut Johan, cancoillotte hanya mengandung sekitar delapan gram lemak per 100 gram produk. Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan banyak jenis keju populer lainnya.
Selain itu, teksturnya yang lembut membuat cancoillotte mudah dipadukan dengan berbagai hidangan. Warga setempat biasanya menyajikannya bersama kentang panggang atau aneka daging.
Sementara itu, meningkatnya perhatian di media sosial ikut mendorong permintaan produk tersebut. Akibatnya, cancoillotte kini semakin mudah ditemukan di berbagai supermarket besar di Prancis.












