JAKARTA, Cobisnis.com – PT Cahaya Arif Abadi (CAA Telco) memperkuat kehadiran Sprinklr di Indonesia melalui kemitraan strategis untuk membantu perusahaan mengintegrasikan data dan interaksi pelanggan dari berbagai kanal digital dalam satu platform berbasis kecerdasan buatan (AI).
Inisiatif tersebut diperkenalkan dalam Jakarta CX Executive Roundtable 2026 yang berlangsung di Hotel Pullman Thamrin Jakarta, Kamis (29/10/2026). Kolaborasi ini ditujukan untuk membantu organisasi mengolah percakapan dan data pelanggan menjadi wawasan yang dapat mendukung pengambilan keputusan bisnis secara lebih cepat dan terkoordinasi.
Menurut Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan melampaui US$130 miliar pada 2026. Sementara itu, UOB Business Outlook Study 2026 mencatat 74% bisnis yang disurvei di Indonesia telah menerapkan solusi AI. Dari perusahaan yang mengadopsinya, 47% melaporkan peningkatan kepuasan pelanggan.
Data tersebut menunjukkan peluang pemanfaatan AI dalam pengelolaan pengalaman pelanggan, termasuk memahami sentimen konsumen, memantau percakapan publik, dan mengintegrasikan interaksi dari berbagai kanal.
CAA Telco dan Sprinklr Dorong Integrasi Data Pelanggan
Direktur PT Cahaya Arif Abadi, Arief Hidajat, mengatakan tantangan bisnis saat ini bukan hanya mengumpulkan data pelanggan, tetapi juga menghubungkan informasi dari berbagai kanal agar dapat dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan.
Melalui kemitraan dengan Sprinklr, CAA ingin menjembatani kebutuhan perusahaan di Indonesia dengan teknologi Unified Customer Experience Management (Unified CXM) berbasis AI.
Dalam sesi keynote, Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Raden Wijaya Kusumawardhana, menekankan pentingnya infrastruktur data yang andal serta pemanfaatan AI secara bertanggung jawab.
Ia menjelaskan bahwa pusat data tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas penyimpanan informasi, tetapi juga menjadi fondasi bagi komersialisasi data, layanan publik, platform digital, dan pemanfaatan AI secara terintegrasi.
Wijaya juga mengingatkan bahwa penerapan AI perlu memperhatikan prinsip kemanusiaan, keamanan, kepercayaan, dan transparansi. Menurutnya, teknologi tersebut harus dapat dipahami dan dipertanggungjawabkan, bukan menjadi sistem yang tidak transparan atau black box.
Sprinklr Hadirkan Platform Customer Experience Berbasis AI
Lead Solutions Consultant Sprinklr, Sam Machielsen, menjelaskan bahwa percakapan digital kini tersebar di berbagai platform dan pasar. Karena itu, perusahaan membutuhkan sistem pemantauan terintegrasi untuk memahami isu, persepsi, dan tren yang berkembang.
Sprinklr menggabungkan fungsi customer listening, analisis wawasan pelanggan, pengelolaan media sosial, pemasaran, serta layanan pelanggan dalam satu platform berbasis AI. Teknologi tersebut memungkinkan organisasi memantau percakapan publik, menganalisis sentimen, dan mengelola interaksi lintas kanal.
Melalui kolaborasi ini, CAA berperan sebagai mitra lokal yang menghubungkan kapabilitas teknologi Sprinklr dengan kebutuhan bisnis dan karakteristik industri di Indonesia.
Jakarta CX Executive Roundtable 2026 mengangkat tema “Beyond Customer Experience: Turning Intelligence into Business Impact” dan dihadiri para pemimpin industri dari sektor perbankan, asuransi, infrastruktur, telekomunikasi, pemerintahan, energi, serta pertambangan.
Melalui kemitraan tersebut, CAA dan Sprinklr mendorong pemanfaatan customer intelligence sebagai bagian dari strategi bisnis untuk memperkuat loyalitas, retensi pelanggan, dan daya saing perusahaan di tengah perkembangan ekonomi digital.













