JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bumi Resources Tbk atau BUMI membukukan kinerja positif sepanjang semester I 2026. Perseroan mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 188,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Laba bersih BUMI mencapai US$58,9 juta pada semester I 2026. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, laba bersih perusahaan tercatat sebesar US$20,4 juta.
Pendapatan perusahaan juga meningkat 27,9% menjadi US$866,8 juta. Pertumbuhan tersebut didorong kenaikan produksi batu bara, efisiensi operasional, serta membaiknya harga jual rata rata.
Seiring meningkatnya pendapatan, laba bruto BUMI naik menjadi US$145,9 juta. Laba usaha juga tumbuh menjadi US$83,1 juta dengan tingkat profitabilitas yang semakin kuat.
Laba sebelum pajak tercatat sebesar US$104,3 juta. Capaian tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi operasional, produksi batu bara mencapai 38,5 juta ton atau naik 7,1%. Penjualan batu bara juga meningkat 11,7% menjadi 38,8 juta ton sepanjang enam bulan pertama tahun ini.
Harga jual rata rata batu bara ikut mengalami pemulihan menjadi US$62,9 per ton. Perseroan optimistis target operasional sepanjang 2026 dapat tercapai sesuai rencana.
Di sisi lain, PT Bank Amar Indonesia Tbk atau AMAR juga mengumumkan pembagian dividen interim kepada para pemegang saham. Nilai dividen yang dibagikan mencapai Rp70,25 miliar atau setara Rp3,9 per saham.
Dividen interim tersebut dijadwalkan dibayarkan pada 28 Agustus 2026. Kebijakan ini didasarkan pada kinerja keuangan perusahaan hingga 30 Juni 2026.
Kinerja positif BUMI dan keputusan AMAR membagikan dividen menjadi sinyal optimisme dari emiten di pasar modal. Kedua perusahaan menunjukkan fundamental yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi.













