JAKARTA, Cobisnis.com – Investasi saham dan aset kripto semakin menjadi perhatian anak muda, termasuk Gen Z yang ingin membangun kekayaan sejak dini. Namun, keinginan mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat dapat membuat investor pemula mengabaikan risiko.
Pembahasan mengenai pilihan antara saham dan crypto diangkat dalam episode Crypto vs Stocks: What Should Gen Z Actually Do With Their Money? di kanal YouTube Nizar Monza. Dalam perbincangan tersebut, Emir Parengkuan dan Bevan membagikan pandangan tentang strategi investasi, risiko trading, hingga pentingnya menyesuaikan pilihan aset dengan kondisi keuangan masing-masing.
Salah satu pesan utama dalam diskusi tersebut adalah trading bukan cara instan untuk menjadi kaya. Aktivitas ini membutuhkan proses belajar, waktu, kedisiplinan, serta kesiapan menghadapi kerugian yang bisa terjadi berulang kali.
“Trading is not a place di mana kalian bisa jadi orang kaya overnight,” demikian pengingat dalam perbincangan tersebut, dikutip dari kanal YouTube Nizar Monza, Rabu (14/10/2026).
Dalam diskusi itu, trading juga digambarkan sebagai aktivitas yang menguras waktu dan mental. Karena itu, seseorang perlu mempertimbangkan kesiapan diri sebelum memutuskan terjun ke pasar keuangan, terutama jika belum memiliki pengalaman.
Emir menilai investor yang belum memiliki fondasi keuangan perlu memprioritaskan investasi jangka panjang terlebih dahulu. Pendekatan tersebut dapat membantu membangun dasar keuangan sebelum seseorang mengambil risiko lebih besar melalui aktivitas trading.
Sementara itu, Bevan menyoroti bahwa tidak semua orang memiliki waktu untuk mempelajari trading secara mendalam. Ia menyarankan agar seseorang juga berinvestasi pada keterampilan yang dimiliki, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan memiliki arus kas yang lebih memadai untuk mulai berinvestasi.
Perbedaan karakter saham dan crypto juga menjadi bagian penting dalam pembahasan. Aset kripto dinilai memiliki risiko tinggi, sedangkan saham tetap memiliki risiko pergerakan harga dan membutuhkan pemahaman terhadap perusahaan maupun kondisi pasar.
Kedua narasumber juga menekankan pentingnya pengelolaan risiko. Investor perlu memahami potensi kerugian sebelum mengambil posisi, termasuk mempertimbangkan apakah kerugian tersebut dapat mengganggu kondisi keuangan secara keseluruhan.
Bagi pemula, memulai dengan nominal kecil dan menggunakan dana yang sanggup ditanggung jika merugi menjadi salah satu pendekatan yang dibahas. Proses belajar juga perlu disertai evaluasi terhadap keputusan sebelumnya agar kesalahan yang sama tidak terus berulang.
Pada akhirnya, pilihan antara saham dan crypto tidak bisa disamaratakan untuk semua orang. Keputusan investasi perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan, kemampuan menanggung risiko, waktu yang tersedia, serta pemahaman terhadap instrumen yang dipilih.













