JAKARTA, Cobisnis.com – Masa depan Mohamed Salah setelah dipastikan meninggalkan Liverpool mulai menemukan titik terang. Megabintang asal Mesir itu kini dikabarkan membuka peluang untuk melanjutkan karier bersama Fenerbahce pada musim depan.
Dilansir dari Caught Offside, Fenerbahce disebut telah melakukan komunikasi awal dengan pihak Salah dan mendapat respons positif dari sang pemain.
Selama beberapa bulan terakhir, Salah memang santer dikaitkan dengan sejumlah klub kaya dari Arab Saudi. Namun, laporan terbaru menyebut pemain berusia 33 tahun tersebut masih ingin bersaing di level kompetitif Eropa sebelum memutuskan pindah ke Timur Tengah.
“Salah sangat ambisius, pada momen ‘Saya rasa dia tidak akan pergi ke Arab Saudi’,” ujar sumber internal Premier League.
Menurut laporan tersebut, Salah lebih tertarik pada proyek olahraga yang kompetitif dibanding hanya mengejar tawaran gaji fantastis.
Jika menerima pinangan klub Saudi, Salah sebenarnya berpotensi memperoleh bayaran sangat besar. Klub-klub seperti Al Nassr, Al Hilal, Al Ahli, dan Al Qadsiah disebut siap memberinya gaji hingga USD 30 juta per tahun.
Selain itu, Salah juga dikabarkan bisa mendapatkan bonus tanda tangan kontrak mencapai USD 20 juta apabila menerima tawaran tersebut.
Meski demikian, mantan pemain AS Roma dan Chelsea itu disebut rela menurunkan ekspektasi gajinya demi tetap bermain di Eropa.
Dalam pembicaraan informal dengan Fenerbahce, Salah dikabarkan bersedia menerima bayaran sekitar EUR 12 hingga 13 juta per tahun.
Liga Turki dianggap dapat menjadi tempat ideal bagi Salah untuk memperpanjang kariernya di level elite Eropa. Intensitas kompetisi yang tidak sekeras Premier League dinilai cocok bagi pemain yang mulai mendapat sorotan karena faktor usia.
Selain itu, peluang tampil di Liga Champions juga menjadi daya tarik tersendiri bagi Salah apabila bergabung dengan Fenerbahce.
Meski belum sepenuhnya menutup peluang pindah ke Arab Saudi, skenario bertahan satu atau dua musim lagi di Eropa kini disebut menjadi opsi paling realistis bagi Salah sebelum mengakhiri kariernya di Timur Tengah.













