JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) terus mempercepat transformasi bisnis dengan memfokuskan strategi pada empat segmen utama, yaitu Mitra Bukalapak, Gaming, Investasi, dan Ritel. Langkah ini diambil untuk memperkuat fundamental perusahaan sekaligus mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan di tengah persaingan industri digital.
Sejak awal 2025, Bukalapak secara resmi menghentikan penjualan produk fisik melalui aplikasi dan situs web. Perusahaan memilih mengoptimalkan lini bisnis yang dinilai memiliki jalur profitabilitas lebih jelas serta mampu menciptakan nilai jangka panjang.
Transformasi tersebut mulai menunjukkan hasil positif dari sisi kinerja keuangan perusahaan. Sepanjang 2025, Bukalapak membukukan pendapatan sebesar Rp6,5 triliun atau tumbuh sekitar 46 persen dibandingkan Rp4,5 triliun pada tahun sebelumnya.
Momentum pertumbuhan juga berlanjut pada kuartal pertama 2026. Pendapatan perusahaan meningkat 63 persen secara tahunan menjadi Rp2,4 triliun, sementara Adjusted EBITDA berbalik positif menjadi Rp4 miliar setelah sebelumnya masih mencatatkan posisi negatif.
Corporate Secretary Bukalapak, Cut Fika Lutfi, mengatakan transformasi ini dilakukan agar setiap segmen bisnis tetap relevan dengan perkembangan pasar. Menurutnya, strategi tersebut juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi perusahaan.
Pada segmen Mitra Bukalapak, perusahaan terus memberdayakan UMKM melalui platform online-to-offline (O2O). Layanan tersebut membantu warung tradisional dan agen menghadirkan berbagai produk digital seperti pulsa, paket data, token listrik, hingga voucher gim.
Sementara itu, lini Gaming yang berada di bawah Multi Realm Games (MRG) menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan perusahaan. Di sektor investasi, BMoney juga mencatatkan kinerja positif dengan mengelola dana kelolaan lebih dari Rp6 triliun, melayani lebih dari satu juta investor, serta membukukan profitabilitas secara konsisten.
Melalui strategi yang lebih terfokus, Bukalapak optimistis dapat memperkuat daya saing di era digital sekaligus memaksimalkan potensi seluruh lini bisnisnya. Perusahaan juga akan terus mengembangkan segmen ritel melalui kemitraan dengan berbagai merek internasional dan penguatan produk gaya hidup berkelanjutan.













