JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Syariah Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Upaya ini dilakukan sebagai dukungan terhadap target Net Zero Emission (NZE) Indonesia.
Implementasi tersebut diwujudkan melalui pengukuran emisi operasional secara rutin. Data emisi ini dikelola melalui platform digital carbon tracking dan dilaporkan secara transparan.
BSI juga menjalankan berbagai inisiatif dekarbonisasi dalam operasionalnya. Di antaranya melalui pengembangan green building dan penggunaan energi ramah lingkungan.
Fasilitas tersebut mencakup panel surya di sejumlah outlet dan desa binaan. Selain itu, perusahaan juga menyediakan kendaraan operasional listrik serta stasiun pengisian daya.
Dari sisi pembiayaan, portofolio berkelanjutan BSI mencapai Rp73,92 triliun. Nilai ini mencakup pembiayaan hijau dan sosial yang terus mengalami pertumbuhan.
Transparansi emisi juga menjadi fokus utama perusahaan. Sepanjang 2025, emisi operasional tercatat sebesar 19.374,40 tCO₂e untuk Scope 1 dan 70.356,55 tCO₂e untuk Scope 2.
Wakil Direktur Utama BSI, Bob T Ananta, menyampaikan komitmen perusahaan terhadap target nasional. Menurutnya, strategi dekarbonisasi terus dikembangkan secara terukur dan transparan.
Atas berbagai upaya tersebut, BSI meraih penghargaan The Best Corporate Emission Reduction Transparency Awards. Pencapaian ini menjadi dorongan untuk terus menjalankan bisnis yang berkelanjutan.













