JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB mencatat 241 rumah mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari merinci 154 rumah mengalami rusak berat, 49 rumah rusak sedang, dan 38 rumah rusak ringan. Data tersebut masih bersifat dinamis dan akan terus diperbarui.
BNPB kini mempercepat penghitungan, verifikasi, dan validasi data kerusakan. Langkah tersebut diperlukan agar warga terdampak yang berhak mendapatkan dukungan perbaikan rumah dapat segera terdata secara jelas.
“Kita akan melakukan percepatan percepatan dalam penghitungan dan verifikasi serta validasi data ini supaya proses proses yang berkaitan dengan administrasi nantinya by name by address dari warga terdampak yang memiliki hak untuk mendapatkan dukungan perbaikan rumah rusak dari pemerintah, bisa kita segera jalankan,” kata Abdul dalam konferensi pers, dikutip dari beberapa sumber, Minggu (16/08/2026)
Abdul meminta warga terdampak mengecek kondisi rumah masing masing setelah gempa. Pemeriksaan perlu memperhatikan kerusakan struktur, tiang yang retak, sudut rumah yang lepas, hingga dudukan kuda kuda atap yang bergeser.
“Kalau saudara saudara kita, warga yang di daerah terdampak memiliki kondisi rumah pascagempa seperti tadi, segera laporkan pada aparat RT terdekat, RW, atau aparat desa, atau ke kantor BPBD setempat,” ujar Abdul.
BNPB juga menyampaikan perkembangan kondisi kelistrikan di sejumlah wilayah terdampak. Berdasarkan laporan PLN, sebagian wilayah yang mengalami pemadaman pada hari pertama gempa mulai kembali mendapatkan aliran listrik.
BNPB tetap meminta warga melaporkan wilayah yang masih mengalami pemadaman. Laporan dapat disampaikan melalui call center BNPB 117 agar dapat dikoordinasikan dengan PLN untuk proses pemulihan.
Hingga Minggu sore, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa mencapai 53 orang. Korban tersebar di Manggarai Barat 1 orang, Manggarai Timur 20 orang, Manggarai 25 orang, Nagekeo 1 orang, Sikka 4 orang, dan Ende 2 orang.
Sementara itu, sebanyak 135 orang mengalami luka dan masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat. Korban luka terdiri dari warga di Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.
BNPB masih melakukan pendataan terhadap dampak gempa di sejumlah wilayah NTT. Pemerintah juga terus mengoordinasikan penanganan korban, kerusakan rumah, serta kebutuhan pemulihan di wilayah terdampak.













