JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus memperkuat fundamental bisnis melalui penguatan tata kelola perusahaan, manajemen risiko, pengendalian internal, serta struktur permodalan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
Salah satu upaya yang dilakukan BNI adalah menerbitkan instrumen Additional Tier 1 (AT1) senilai US$700 juta di pasar internasional. Penerbitan ini menjadi bagian dari strategi memperkuat struktur permodalan perusahaan.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan penerapan Good Corporate Governance bukan hanya memenuhi aspek kepatuhan. Menurutnya, tata kelola yang kuat menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat, investor, dan seluruh pemangku kepentingan.
BNI juga terus memperkuat manajemen risiko, efektivitas pengendalian internal, kapabilitas digital, serta struktur modal agar perusahaan semakin profesional dan mampu menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan.
Penguatan fundamental tersebut sejalan dengan arah transformasi BUMN bersama Danantara Indonesia. Danantara memiliki mandat mengelola investasi pemerintah dan aset BUMN untuk mendukung program strategis nasional serta pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Selain memperkuat modal, BNI juga melanjutkan transformasi organisasi melalui penyempurnaan proses bisnis, percepatan digitalisasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Transformasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat daya saing perusahaan, sekaligus menghadirkan layanan yang semakin relevan dengan kebutuhan nasabah.
BNI menilai fundamental bisnis yang kuat akan mendukung fungsi intermediasi perbankan secara sehat. Dengan kapasitas yang semakin baik, perseroan berharap dapat memperluas akses layanan keuangan dan berkontribusi terhadap pembangunan nasional.
Memasuki usia ke-80 pada 5 Juli 2026, BNI mengusung tema Swadharma Bhakti Nagara sebagai wujud komitmen untuk terus melayani masyarakat dan memperkuat kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.











