JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Gizi Nasional (BGN) memperkirakan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026 akan berkurang dari Rp268 triliun menjadi Rp229 triliun. Artinya, terdapat potensi penghematan anggaran sebesar Rp39 triliun sebagai bagian dari upaya efisiensi dan penyempurnaan pelaksanaan program.
Sekretaris Utama BGN, Lili Khamilyah, menjelaskan bahwa penyesuaian anggaran tersebut masih bersifat sementara. Saat ini BGN masih melakukan refocusing terhadap penerima manfaat sekaligus membenahi tata kelola program agar lebih optimal.
Lili mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, serta tetap selaras dengan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Di sisi lain, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengungkapkan bahwa pihaknya juga sedang melakukan pembenahan sistem penyaluran MBG. Evaluasi dilakukan setelah ditemukan adanya satu sekolah yang menerima layanan dari dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berbeda berdasarkan jenjang kelas.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, data penerima manfaat kemudian diselaraskan dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) agar penyaluran makanan bergizi lebih tepat sasaran dan tidak terjadi tumpang tindih pelayanan.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah masih belum menetapkan besaran akhir anggaran MBG untuk sisa tahun 2026 maupun alokasi dalam APBN 2027. Keputusan tersebut akan diambil setelah Kementerian Keuangan menerima usulan resmi dari BGN.
Sebelumnya, Purbaya sempat mengungkapkan bahwa kebutuhan anggaran MBG berpeluang berada di bawah Rp260 triliun tanpa mengurangi kualitas makanan yang diterima para penerima manfaat. Ia menegaskan, usulan efisiensi anggaran tersebut berasal dari BGN, bukan dari Kementerian Keuangan.












