JAKARTA, Cobisnis.com – Aktivitas berenang bersama anak dapat menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga. Meski menyenangkan, orangtua tetap perlu memberikan perhatian khusus, terutama ketika anak belum mampu berenang dengan baik.
Pengawasan dari tepi kolam saja tidak selalu memadai. Anak yang masih dalam tahap belajar berenang membutuhkan pendampingan orang dewasa dalam jarak yang cukup dekat. Hal ini penting agar bantuan dapat segera diberikan apabila anak mengalami kesulitan di dalam air.
Salah satu pedoman yang dapat menjadi perhatian orangtua adalah aturan 25:10. Panduan tersebut mengingatkan orang dewasa untuk selalu berada dekat dengan anak yang belum dapat berenang secara mandiri.
Mengenal Aturan 25:10
Aturan 25:10 merupakan pedoman keselamatan yang diperkenalkan Life Time. Panduan ini ditujukan bagi anak yang belum sanggup berenang sejauh 25 meter tanpa berhenti atau tanpa mendapatkan bantuan.
Dalam kondisi tersebut, orangtua maupun pendamping dewasa dianjurkan berada paling jauh 10 kaki atau sekitar 3 meter dari anak.
Senior Vice President of Kids and Aquatics di Life Time, Alicia Kockler, menjelaskan bahwa jarak dekat dan kewaspadaan orang dewasa sangat diperlukan ketika anak berada di dalam air.
“Tenggelam dapat terjadi dengan cepat dan tanpa suara. Jadi, tetap dekat dan waspada adalah kuncinya,” kata Kockler, dikutip dari berbagai sumber, (22/08/2026).
Dengan demikian, pengawasan tidak cukup hanya dengan memastikan orang dewasa berada di area kolam. Pendamping juga harus berada dalam posisi yang memungkinkan untuk segera menjangkau anak apabila terjadi keadaan yang membahayakan.
Jangan Cukup Mengawasi dari Tepi Kolam
Adanya lifeguard di kolam renang bukan berarti tanggung jawab pengawasan anak sepenuhnya dapat diserahkan kepada petugas. Orangtua tetap perlu memantau anak secara langsung selama berada di dalam air.
Kockler juga mengingatkan pentingnya menjaga perhatian dan kontak mata dengan anak ketika mereka sedang berenang.
“Di antara langkah keselamatan paling penting yang dapat dilakukan adalah mempertahankan kontak mata langsung dengan anak setiap saat ketika mereka berada di air dan memastikan mereka mengikuti pelajaran berenang,” jelasnya.
Karena itu, orangtua sebaiknya menghindari penggunaan ponsel atau aktivitas lain yang dapat mengalihkan perhatian saat mengawasi anak. Fokus penuh diperlukan agar potensi bahaya dapat segera diketahui dan ditangani.












