• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, October 7, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Bahan Makanan Bantu Meningkatkan Zat Besi Secara Alami

Chodijah Febriani by Chodijah Febriani
October 7, 2026
in Lifestyle
0
Biji Wijen - pexels/Victoria Bowers

Biji Wijen - pexels/Victoria Bowers

JAKARTA, Cobisnis.com – Ahli nutrisi Shweta Shah baru-baru ini membagikan daftar enam bahan pokok dapur yang menurutnya dapat membantu mendapatkan zat besi dari makanan.

Dikutip dari Indianexpress, Selasa (6/10/2026), ia menyarankan untuk menggabungkan biji haleem (selada air), kacang chana hitam, biji labu, kismis hitam, daun kari, dan biji wijen hitam untuk meningkatkan asupan zat besi secara alami dan mendukung kadar hemoglobin yang sehat.

“Klaim ’21 mg’ menghitung zat besi yang ada di piring, bukan zat besi dalam darah,” jelas Malhotra.

Menurutnya, empat makanan dalam kombinasi ini, yaitu biji haleem, kacang chana hitam, biji wijen, dan biji labu akan menyediakan sekitar 5–6 mg zat besi dalam porsi normal, sehingga kecil kemungkinan kombinasi tersebut akan memberikan 21 mg zat besi kecuali dikonsumsi dalam jumlah yang sangat besar.

Yang lebih penting lagi, tidak semua zat besi yang dimakan akan diserap. “Penyerapan zat besi nabati, atau non-heme, hanya sekitar 2–15 persen.”

“Senyawa seperti fitat dan polifenol yang ditemukan dalam makanan nabati dapat lebih mengurangi penyerapan,” katanya.

Dia menambahkan bahwa rekomendasi diet ICMR-NIN 2020 menggunakan asumsi tingkat penyerapan sekitar 8 persen.

“Bahkan 21 mg penuh pada tingkat penyerapan 8 persen hanya menghasilkan sekitar 1,7 mg yang diserap. Itu mempertahankan cadangan zat besi tetapi tidak membangunnya kembali,” ucapnya.

Bagaimana cara agar kamu dapat menyerap lebih banyak zat besi dari makanan?

Malhotra merekomendasikan untuk menyusun makanan yang membantu tubuh menyerap zat besi yang terkandung di dalamnya, seperti menambahkan vitamin C.

“Vitamin C di setiap makanan kaya zat besi dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi non-heme. Kamu dapat memadukan makanan kaya zat besi dengan sumber seperti lemon, amla, jambu biji, atau tomat,” bebernya.

Sebagai contoh, menambahkan lemon ke dalam semangkuk kacang hitam atau mengonsumsi buah yang kaya vitamin C bersamaan dengan makanan yang mengandung zat besi dapat membantu penyerapan.

Metode persiapan juga dapat membuat perbedaan. “Rendam, kecambah, sangrai, atau fermentasikan biji dan kacang-kacangan untuk mengurangi fitat,” saran Malhotra.

Ini bukan berarti bahwa kacang-kacangan, biji-bijian, atau gandum utuh harus dihindari. Sebaliknya, pengolahan yang tepat dapat membuat nutrisi di dalamnya lebih mudah diserap.

Lebih lanjut, pilihan minuman di waktu setelah makan juga penting. Malhotra menyarankan untuk menjaga jarak antara teh dan kopi sekitar satu jam dari waktu makan, karena senyawa dalam minuman ini dapat mengganggu penyerapan zat besi non-heme.

Dia juga menyarankan untuk memisahkan suplemen kalsium dari makanan kaya zat besi. “Tujuannya adalah untuk membangun pola makan yang mampu menyerap zat besi, bukan mengejar angka zat besi tertentu,” jelasnya.

Kebutuhan zat besi dan risiko kekurangan zat besi bervariasi antar individu. Malhotra mengatakan bahwa remaja putri dan wanita yang sedang menstruasi, terutama mereka yang mengalami menstruasi berat, perlu lebih memperhatikan asupan zat besi mereka.

Wanita hamil dan menyusui, bayi, dan balita mungkin juga memerlukan pemantauan lebih ketat. Vegetarian dan vegan, pendonor darah reguler, dan atlet ketahanan juga berisiko lebih tinggi mengalami kekurangan zat besi.

Menurut Malhotra, kondisi kesehatan tertentu dapat memengaruhi penyerapan zat besi atau meningkatkan risiko kekurangan zat besi. Kondisi tersebut meliputi penyakit celiac, penyakit radang usus (IBD), infeksi H. pylori, dan penggunaan jangka panjang obat penekan asam lambung.

Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
free download udemy course
download karbonn firmware
Download WordPress Themes
online free course
Tags: bahan makanan zat besimakanan minuman zat besimanfaat zat besizat besi

Related Posts

Wajah Kusam

Wajah Kusam bisa jadi Kekurangan Asupan Zat Besi, Ini Penjelasannya

by Chodijah Febriani
September 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Salah satu kekurangan nutrisi yang paling umum, adalah ketika kekurangan zat besi yang seringkali tidak terdeteksi pada...

Matcha - pexels/Raymond Petrik

Ketahui Makanan dan Minuman yang Dapat Mempengaruhi Penyerapan Zat Besi

by Chodijah Febriani
September 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ada banyak makanan kaya akan zat besi yang bisa kita konsumsi setiap haris, salah satunya adalah daging...

Es Batu - pexels/Ray Suarez

Ketahui Tanda Kekurangan Zat Besi, Makan Es Hingga Rambut Rontok

by Chodijah Febriani
September 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Zat besi adalah mineral penting yang dibutuhkan tubuh kita untuk membuat hemoglobin, protein dalam sel darah merah...

Ini Alasan Mengapa Banyak Wanita Sering Merasa Lelah

Ini Alasan Mengapa Banyak Wanita Sering Merasa Lelah

by Chodijah Febriyani
August 12, 2026
0

JAKARTA,co.bisnis.com - Bagi kebanyakan wanita, rasa lelah terasa seperti bagian yang tak terhindarkan dari kehidupan sehari-hari. Tidak begadang dan tidur...

Waspada, Ini 7 Gejala Kekurangan Zat Besi pada Perempuan

Waspada, Ini 7 Gejala Kekurangan Zat Besi pada Perempuan

by Hidayat Taufik
August 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kondisi kekurangan zat besi pada perempuan terkadang sulit dikenali sejak awal. Sejumlah keluhan seperti tubuh cepat lelah,...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dokter anak dr. Shyrien Amalina menjelaskan pentingnya orang tua mengenali potensi anak tanpa menjadikan nilai akademis dan IQ sebagai satu-satunya ukuran kepintaran.

Anak Tak Harus Unggul di Semua Bidang, Begini Tanggapan Dokter Anak

October 6, 2026
Polda Metro Kerahkan Ribuan Polisi untuk Amankan Demo Buruh

Polda Metro Kerahkan Ribuan Polisi untuk Amankan Demo Buruh

October 6, 2026
Surpres Panglima TNI Dikabarkan Masuk DPR, Dasco Membantah

Surpres Panglima TNI Dikabarkan Masuk DPR, Dasco Membantah

October 6, 2026
UNESCO

UNESCO Ungkap Dunia Kekurangan 50 Juta Guru

October 6, 2026
UEFA

UEFA Selidiki Insiden Irlandia vs Israel

October 7, 2026
Nama Maruli Masuk Bursa Panglima TNI, Ini Responsnya

Nama Maruli Masuk Bursa Panglima TNI, Ini Responsnya

October 7, 2026
Lebih dari 130.000 orang mengungsi di Yaman sejak Agustus akibat eskalasi konflik, sementara kasus kolera meningkat tiga kali lipat.

Lebih 130 Ribu Orang Mengungsi di Yaman

October 7, 2026
Iran Siap Produksi Senjata, Peringatkan AS dan Israel Soal Serangan Baru

Iran Siap Produksi Senjata, Peringatkan AS dan Israel Soal Serangan Baru

October 7, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved