JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Inggris mengimbau warganya untuk menyiapkan persediaan makanan dan air sebagai langkah menghadapi kemungkinan situasi darurat dalam beberapa tahun ke depan.
Imbauan itu muncul di tengah kekhawatiran meningkatnya ancaman keamanan dan potensi konflik. Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting menyebut negara itu harus bersiap menghadapi berbagai kemungkinan sebelum tahun 2030.
Streeting mengatakan pihak yang memusuhi Inggris memiliki kapasitas militer dan ekonomi perang yang terus berkembang. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko serangan dalam beberapa tahun mendatang.
“Keinginan pihak lawan untuk mencelakai kita bukanlah hal baru. Yang telah berubah adalah kapasitas mereka,” tulis Streeting.
Ia menyebut Inggris memiliki sedikit lebih dari 1.000 hari untuk mempersiapkan diri bersama negara-negara sekutu. Persiapan itu dilakukan untuk menghadapi skenario terburuk yang mungkin terjadi.
“Untuk mencegah skenario terburuk, kita harus bersiap menghadapinya,” ujarnya.
Pemerintah juga menjalankan kampanye kesiapsiagaan untuk menghadapi potensi gangguan layanan penting. Warga diimbau menyediakan 9 liter air minum kemasan serta cadangan makanan untuk kebutuhan selama tiga hari.
Persediaan tersebut ditujukan untuk menghadapi berbagai kondisi darurat, mulai dari cuaca ekstrem hingga serangan siber. Masyarakat juga diminta menyiapkan selimut, uang tunai, kotak P3K, senter, baterai, serta radio FM yang dapat digunakan tanpa listrik.
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menegaskan imbauan tersebut bukan untuk memicu kepanikan. Menurutnya, menyiapkan kebutuhan dasar di rumah merupakan langkah yang masuk akal untuk menghadapi situasi sulit.
Direktur Jenderal MI5 Sir Ken McCallum juga memperingatkan adanya ancaman terhadap infrastruktur nasional. Serangan siber berpotensi mengganggu layanan perbankan, penerbangan, hingga fasilitas kesehatan.
Menurut McCallum, periode stabilitas geopolitik relatif yang muncul setelah berakhirnya Perang Dingin telah berakhir. Inggris kini bersiap menghadapi era yang lebih kompetitif dengan berbagai risiko yang diperkirakan akan terus berlangsung.













