JAKARTA, Cobisnis.com – Seorang aktivis Tibet dilaporkan tewas setelah melakukan aksi bakar diri di dekat Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat. Aksi tersebut diduga merupakan bentuk protes terhadap undang-undang baru yang disahkan Presiden China, Xi Jinping, terkait kebijakan di Tibet.
Insiden terjadi setelah pria tersebut mengibarkan bendera yang berkaitan dengan pemerintahan Tibet di pengasingan sebelum membakar dirinya di area sekitar markas PBB. Aparat keamanan dan petugas darurat segera datang ke lokasi untuk menangani kejadian tersebut.
Menurut sejumlah laporan, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap regulasi baru yang dinilai memperkuat kontrol pemerintah China atas urusan keagamaan dan budaya di Tibet. Kebijakan itu memicu kekhawatiran dari berbagai kelompok pendukung hak asasi manusia.
Petugas medis sempat memberikan pertolongan darurat sebelum korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka bakar yang sangat parah. Kepolisian New York kemudian mengamankan area sekitar lokasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Peristiwa tersebut kembali menyoroti ketegangan yang telah berlangsung lama antara pemerintah China dan kelompok masyarakat Tibet di pengasingan. Sejumlah organisasi Tibet selama bertahun-tahun menuduh Beijing membatasi kebebasan beragama, budaya, dan identitas masyarakat Tibet.
Hingga kini, pemerintah China mempertahankan kebijakan di Tibet sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas nasional dan kedaulatan wilayah. Sementara itu, kelompok pendukung Tibet terus menyerukan perhatian komunitas internasional terhadap kondisi hak asasi manusia di kawasan tersebut.
Aksi bakar diri sebagai bentuk protes bukan pertama kali terjadi dalam isu Tibet. Selama bertahun-tahun, sejumlah aktivis dan biksu Tibet pernah melakukan tindakan serupa untuk menyuarakan penolakan terhadap kebijakan pemerintah China di wilayah tersebut.
Insiden di dekat Markas PBB ini kembali memicu sorotan internasional terhadap situasi di Tibet dan hubungan China dengan komunitas Tibet di pengasingan. Peristiwa tersebut juga menambah daftar aksi protes yang menjadi perhatian dunia terhadap isu hak asasi manusia di kawasan itu.












