JAKARTA, Cobisnis.com – Gelombang protes yang dipimpin generasi muda berhasil menekan pemerintah India untuk mengubah sikap terkait dugaan kebocoran ujian masuk perguruan tinggi. Aksi tersebut menjadi tantangan politik yang jarang terjadi bagi Perdana Menteri Narendra Modi.
Selama lebih dari satu dekade, Modi memimpin India dengan posisi politik yang kuat. Pemerintahannya mampu menguasai ruang publik dan menghadapi berbagai tekanan dari oposisi.
Namun, situasi berubah dalam beberapa pekan terakhir. Gerakan protes yang berkembang melalui media sosial menarik perhatian luas dan berhasil memaksa pemerintah mengambil langkah baru.
Puluhan ribu demonstran, yang didominasi Generasi Z, memenuhi jalanan New Delhi selama beberapa hari. Mereka menuntut pertanggungjawaban atas dugaan kebocoran ujian masuk universitas yang dinilai merugikan jutaan calon mahasiswa.
Selain itu, para demonstran bergerak di bawah nama satir “Cockroach Janta Party”. Kelompok tersebut memanfaatkan media sosial untuk menggalang dukungan dan menyebarkan tuntutan mereka.
Fokus utama protes mengarah kepada Menteri Pendidikan India, Dharmendra Pradhan. Para peserta aksi menilai kebocoran ujian terjadi saat ia menjabat, sehingga pemerintah harus memberikan penjelasan yang jelas.
Sementara itu, tekanan publik terus meningkat. Karena itu, pemerintah akhirnya mengambil langkah yang dipandang sebagai bentuk respons terhadap tuntutan para demonstran.
Meski begitu, belum jelas apakah perubahan sikap pemerintah akan meredakan kemarahan publik. Banyak mahasiswa masih menuntut penyelidikan yang transparan serta jaminan agar kejadian serupa tidak terulang.
Di sisi lain, pengamat menilai keberhasilan gerakan ini menunjukkan semakin besarnya pengaruh Generasi Z dalam politik India. Media sosial juga dinilai memainkan peran penting dalam mempercepat mobilisasi massa dan membangun tekanan terhadap pemerintah.










